Total Tayangan Halaman

Selasa, 21 April 2015


PANCASILA
SEBAGAI  IDEOLOGI TERBUKA
MAKALAH INI DISUSUN GUNA MEMENUHI NILAI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

pancasila-sebagai-ideologi-terbuka-1.jpg
OLEH :
KELOMPOK              : III ( TIGA )
KELAS                                    : XII IPA 1
GURU MAPEL         : Dra. Hj. Dyah Pramaningrum

SMA NEGERI 1 WIRADESA
Jl. Pattimura 467 Wiradesa Telp.(0285)4417367 Kab. Pekalongan
TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015


DAFTAR ISI

BAB I        PEMBUKA
Kata Pengantar             …………………………………………………     1
Motto                            …………………………………………………     2
BAB II       ISI
A.           Latar Belakang    ………………………………………………..      3
B.            Pengertian Pancasila sebagai Ideologi Terbuka …………………..    4
C.            Gagasan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka …………………….    11
D.           Ciri ciri dan Fungsi Pancasila sebagai ideologi terbuka …………      13
E.            Perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka …………………     13
F.             Batas keterbukaan ideologi Pancasila …………………………...      15
G.           Dampak Penerimaan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka ……...       17
H.           Sikap Positif Pancasila sebagai Ideologi Terbuka ………………      18
I.              Info Kewarganegaraan terkait Pancasila sebagai ideologi terbuka     20

BAB III     PENUTUP
Kesimpulan dan Saran  ..........................................................................       22





Kata Pengantar
Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat, karunia terutama kesempatan yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik. Tanpa adanya kesempatan, mustahil penulis dapat menyelasaikan penulisan makalah ini secara tuntas, walaupun masih banyak terdapat kekurangan.
Makalah ini membahas tentang Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka. Selama  penulisan makalah ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam penulisan makalah ini. Untuk itu dari hati yang paling dalam penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini
Sebagai manusia biasa penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan, baik dari segi isi maupun dari segi penulisanya. Segala kritikan dan masukan dari semua pihak, akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi penulis demi kesempurnaan makalah ini.


Penulis








MOTTO

Folded Corner: “Setiap hari dalam keadaan apapun berusahalah untuk terus berkembang”
Folded Corner: “Lakukanlah segala sesuatu yang dapat engkau kerjakan sekarang”
Folded Corner: “Kesuksesan adalah hasil usaha, kerja keras, ketekunan, kesabaran, kebenaran dalam tindak dan berfikir. Akhirnya menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Kuasa.”
Folded Corner: “1000 langkah selalu dimulai dari 1, maka mulailah dengan hal-hal kecil yang akan membuatmu menjadi besar.”
Folded Corner: “Sahabat tidak bisa dinilai walaupun dengan harta dan tahta.”
 






















PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

A.  LATAR BELAKANG
            Setiap Negara memiliki cita-cita, karakteristik, ciri khas, dan budaya yang berbeda antar satu negara dengan negara lainnya. Perbedaan inilah yang menjadi penyebab setiap negara memiliki ideologi. Ideologi bagi suatu negara mencerminkan karakteristik dan ciri khas negara itu sendiri, ideologi setiap negara dibangun berdasarkan adat istiadat, cita-cita dan budaya bangsanya sendiri. Begitupun Indonesia, Pancasila merupakan ideologi nasional bagi bangsa dan negara Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam pembukaan UUD 1945, di Undangkan dalam berita Republik Indonesia tahun 11 No.7 bersama-sama dengan batang tubuh UUD 1945. Pancasila dijadikan sebagai ideologi nasional diangkat dari budaya, karakteristik, cita-cita, adat istiadat yang melekat pada jati diri seluruh bangsa Indonesia.
            Terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk menjunjung tinggi setiap nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pancasila sebagai ideologi nasional. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai kebudayaan, serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat. Indonesia sebelum membentuk Negara, dengan kata lain perkataaan unsur-unsur yang merupakan materi Pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri sehingga bangsa dapat dikatakan bahwa masyarakat Indonesia merupakan kausa materialis.


B.     PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Pancasilaaa.png

Istilah ideologi berasal dari kata “idea” yang artinya gagasan, konsep, pengetahuan dasar, cita-cita dan “logos” yang berarti ilmu. Dengan demikian, ideologi berarti ilmu pengetahuan yang membahas ide-ide atau ajaran . Secara umum ideologi dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, atau keyakinan-keyakinan yang menyeluruh dan sistematis dan mengatur tata kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial, politik bahkan keagamaan. Jadi ideologi terbuka yaitu : suatu pemikiran yang terbuka tentang ilmu yang membahas ide atau gagasan.
            Pancasila sebagai ideologi terbuka, berarti bangsa Indonesia diharuskan mempertajam kesadaran akan nilai nilai dasarnya yang bersifat abadi, di lain pihak didorong untuk mengembangkan secara kreatif dan dinamis untuk menjawab kebutuhan jaman, Jadi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah bahwa nilai dasarnya tetap namun penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Selain itu pengertian Pancasila sebagai Ideologi terbuka yang lain adalah : ideologi yang dimutlakkan dimana nilainya tidak di paksakan dari luar, bukan pemberian negara tetapi merupakan realita masyarakat itu.
            Menurut Abdulkadir Besar dalam tulisannya tentang “Pancasila Ideologi Terbuka” antara lain menyebutkan bahwa pada umumnya khalayak memahami arti “terbuka” dari pernyataan “ideologi terbuka” sebagai sifat keterbukaan ideologi itu sendiri. Oleh sebab itu, pernyataan “Pancasila sebagai ideologi terbuka” banyak dipahami secara harfiah, yaitu berbagai konsep dari ideologi lain, terutama dari ideologi liberalisme, seperti hak asasi manusia, pasar bebas, mayoritas tunggal, dualisme pemerintahan, konsekuensi logis sistem oposisi liberal, Tanpa penalaran yang sistematis, nilai-nilai itu dianggap dan diberlakukan sebagai konsep yang inheren dalam ideologi Pancasila.
            Pancasila sebagai ideologi terbuka : ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Indonesia menganut ideologi terbuka Indonesia menggunakan sistem pemerintahan demokrasi yang di dalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai keinginannya masing-masing. Ada pula pengertian Pancasila sebagai ideologi terbuak yang lain yaitu : ideologi yang mencerminkan seperangkat nilai terpadu dalam kehidupan politik di Indonesia yaitu sebagai tata nilai yang dipergunakan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan di tata secara sistematis menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga dapat menjadi acuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pancasila memiliki syarat sebagai ideologi terbuka sebab :
1.    Memiliki nilai dasar yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa. Yaitu Indonesia seperti Ketuhanan , Kemanusiaan, Persatuan, dan Kerakyatan dan Keadilan. Atau nilai-nilainya tidak dipaksakan dari luar atau bukan pemberian negara.
2.    Memiliki nilai instrumental untuk melaksanakan nilai dasar seperti UUD 45. UU Peraturan-peraturan, Ketetapan MPR, DPR dan lain-lain.
3.    Memiliki nilai yang praksis yang merupakan penjabaran nilai instrumental. Praksis terkandung dalam kenyataan sehari-hari yaitu bagaimana cara kita melaksanakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari seperti toleransi, gotong royong, musyawarah dan lain-lain.

Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila :
1.    Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
2.    Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
3.    Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
4.    Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern

            Moerdiono menyebutkan beberapa fakta yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu :
Dalam proses pembangunan nasional berencana dinamika masyarakatkita berkembang amat cepat. Dengan demikian tidak semua persoalan kehidupan dapat ditemukan jawabannya secara ideologis dalam pemikiran ideologi-ideologi sebelumnya yaiutu kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti maxismelenisme/komunisme. Dewasa ini kubu komunisme dihadapkan pada pilihan yang amat berat, menjadi suatu ideologi terbuka atau tetap mempertahankan ideologi lainnya. Pengalaman sejarah politik kita sendiri dengan pengaruh komunisme sangat penting. Karena pengaruh ideolohi komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup. Pancasila pernah merosot menjadi semacam dogma yang kaku. Pancasila tidak lagi tampilsebagi acuan bersama, tetapi sebagai senjata konseptual untuk menyerang lawan-lawan politik. Kebijaksanaan pemerintah disaat itu menjadi absolute. Konsekuensinya perbedaan-perbedaan menjadi alasan untuk secara langsung dicap sebagai anti Pancasila. Faktor lain yaitu adanya tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai alternative ideologi dunia.

Dua nilai penting terkait Pancasila yaitu :
A.  Nilai dasar Pancasila yang Abadi
Nilai dasar yang abadi itu terdapat di dalam Pembukaan UUD 1945 yang terkandung di empat alineanya.
Alinea pertama memuat keyakinan pada kemerdekaan hak segala bangsa karena adanya perikemanusiaan dan keadilan maka penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi merupakan konsekuensi logis dari keyakinan itu.
Alinea kedua memuat cita-cita nasional sekaligus cita-cita kemerdekaan indonesia, yaitu negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Inilah nilai yang merupakan tolok ukur terakhir apakah negara ini sudah sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya.
Alinea ketiga memuat watak aktif bangsa Indonesia yang menyatakan kemerdekaan untuk mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas tetapi religius dengan kesadaran rahmat Allah Yang Maha Kuasa serta didorong oleh keinginan luhur. Bangsa Indonesia bukan bangsa yang pasrah kepada nasib, tetapi aktif dan percaya kepada dirinya serta harus berbuat untuk mengubah nasib.
Jadi nasionalisme Indonesia bukan nasionalisme yang sekuler yang hanya tahu kepada yang nyata dan terlihat, tetapi nasionalisme yang sarat akan religi dan kemanusiaan.
Alinea keempat memberi arahan mengenai tujuan negara, susunan negara, sistem pemerintahan, dan sah seperti termuat dalam Inpres No. 12 Tahun 1968
Itulah nilai-nilai dasar yang tidak berubah dan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Prof. Notonegoro, S.H., mengatakan bahwa mengubah nilai-nilai dasar yang ada dalam Pembukaan UUD 1945 berarti mengubah negara. Oleh karena itulah, MPR Tahun 1999 sepakat untuk mengamandemen UUD 1945 tetapi tidak termasuk Pembukaannya.

B.  Nilai Instrumetal yang Berkembang Secara Dinamis
Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran secara kreatif dan dinamis sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Penjabaran lebih lanjut itu dinamakan nilai instrumental yang tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkan, oleh karenanya tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang dijabarkannya. Pancasila merupakan dasar negara yang pelaksanaannya dijabarkan dalam UUD 1945, ketetapan MPR, undang-undang, dan sebagainya. Nilai Instrumental semacam tafsir positif terhadap nilai dasar yang umum.
Kehidupan berpancasila memag memerlukan kehidupan yang penuh musyawarah dan mufakat. Dalam hal ini nilai-nilai kesabaran, keterbukaan, kearifan, dan ketekunan dituntut pada setiap bentuk negara yang hendak menegakkan demokrasi. Nilai-nilai yang sudah disepakati oleh masyarakat perlu dibakukan dan dimasyarakatkan, serta dibudayakan. Nilai yang belum mendapat kesepakatan masyarakat perlu dikaji ulang dan dimintakan kesepakatan setelah disempurnakan oleh masyarakat itu sendiri sehingga lebih sempurna.

Menurut pandangan Dr. Alfian, kekuatan suatu ideologi tergantung pada tiga dimensi yang terkandung didalam diri Pancasila, yaitu sebagai berikut :
a.    Dimensi realitas
            Bahwa nilai-nilai dasar di dalam suatu ideologi bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat yang tertanam dan berakar di dalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu lahir. Dengan demikian mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama.
b.    Dimensi Idealisme
            Bahwa nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme, bukan angan-angan, yang memberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengamalannya dalam praktik kehidupan bersama sehari-hari dengan berbagai dimensinya. Ideologi yang tangguh biasanya muncul dari pertautan erat yang saling mengisi dan saling memperkuat antara dimensi realitas dan dimensi idealisme yang terkandung di dalamnya.
c.    Dimensi fleksibilitas (pengembangan)
            Bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya, tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat (jati diri) yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Dimensi fleksibilitas atau dimensi pengembangan sangat diperlukan oleh suatu ideologi guna memelihara dan memperkuat relevansinya dari masa ke masa.

Arti “TERBUKA” dari IDEOLOGI

Arti “terbuka” dari Ideologi ditentukan oleh dua hal, pertama bersifat konseptual (struktur ideologi) dan kedua bersifat dinamis (sikap para penganutnya)
1.    Bersifat konseptual, yaitu struktur ideologi
            Menurut Corbett, struktur ideologi tersusun oleh pandangan filsafat tentang alam semesta dan manusia (ontologi),konsep masyarakat ideal yang dicita-citakan (epistermologi) dan metodologi untuk mencapainya (metode berpikir). Ketiga unsur tersebut akan selalu terhubung dengan nilai relasi hearistik (relasi inovatif), yaitu apabila pandangan filsafatnya mengenai alam semesta dan manusia bersifat tertutup, maka cita-cita intrinsiknya dengan sendirinya bersifat tertutup, sehingga akan tertutup pula metode berpikirnya. Demikian sebaliknya, apabila ajaran ontologisnya bersifat terbuka, maka cita-cita intrinsik dan maupun metode berpikirnya berturut-turut bersifat terbuka pula.
Struktur Ideologi ada kalanya bersifat tertutup yaitu apabila :
v Di antara para penganut atau pendukung terjadi konflik antara kelompok ortodoksi yang dominan dan kelompok progresif yang tertekan dalam menghadapi persoalan perlu tidaknya melakukan penyesuaian ideologis dengan tuntutan kemajuan zaman.
v Para pendukung ideologi, dalam hal ini menyelenggarakan pemerintahan negara tidak lagi bekerja demi terwujudnya kebersamaan hidup ideal, melainkan telah berubah  menjadi demi mempertahankan kekuasaan pemerintahan yang diembannya. Bila hal ini terus dibiarkan, niscaya akan timbul konflik internal dan selanjutnya dapat merebak menjadi konflik terbuka.

2.    Bersifat Dinamis, yaitu sikap para penganutnya
            Bahwa ideologi yang bersifat abstrak, nisvaya membutuhkan subjek pengamal/pelaksana, yaitu sejumlah penganut atau pendukung yang mengidentifikasi hidupnya dengan ideologi yang dianutnya, menerima kebenarannya, berjuang, dan bekerja dengan setia untuknya. Pencapaian kebersamaan hidup ideal membutuhkan perjuangan panjang dari generasi ke generasi dalam sistem sosial yang niscaya bersifat terbuka sejalan dengan perubahan zaman.
            Salah satu sifat bawaan ideologi adalah terbuka, artinya demi terwujudnya cita-cita intrinsiknya ideologi itu harus senantiasa berkemampuan menanggapi tuntutan kemajuan zaman. Sifat ideologi yang terbuka dan berdaya aktif tersebut menunjukkan bahwa pada kenyataannya yang aktif melaksanakan perwujudan cita-cita instrinsik dari ideologi dan yang secara konkrit mewujudkan sifat terbuka sesungguhnya adalah para pendukungnya.



C.  Gagasan Pancasila sebagai ideologi terbuka
            Gagasan pertama yang mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka secara formal ditampilkan sekitar tahun 1985, walaupun semangatnya sendiri sesungguhnya dapat ditelusuri dari pembahasan para pendiri negara pada tahun 1945. Memahami Pancasila sebagai ideologi terbuka didorong oleh tantangan zaman. Sejarah menunjukkan bahwa betapapun kokohnya suatu ideologi bila tidak memiliki dimensi fleksibilitas atau keterbukaan, akan mengalami kehancuran dalam menanggapi tantangan zaman (contoh : runtunya komunisme di Uni Soviet)
            Pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka tersirat dalam penjelasan UUD 1945 di mana disebutkan “Maka telah cukup jika Undang-Undang Dasar hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedang aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah caranya membuat, mengubah, dan mencabut”.
Dari kutipan diatas kita dapat memahami bahwa UUD 1945 pada hakikatnya mengandung unsur keterbukaan, karena dasar UUD 1945 adalah Pancasila, maka Pancasila yang merupakan ideologi nasional bagi bangsa Indonesia bersifat terbuka pula.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan gagasan Pancasila sebagai ideologi  terbuka yaitu :

1.    Ideologi Pancasila harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi zaman yang terus menerus mengalami perubahan. Akan tetapi bukan berarti bahwa nilai dasar Pancasila dapat diganti dengan nilai dasar lain atau meniadakan jati diri bangsa Indonesia
2.    Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar Pancasila dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan zaman secara kreatif dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri.
3.    Sebagai ideologi terbuka, Pancasila harus mampu memberikan orientasi ke depan, mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari bahwa kehidupan yang sedang dan akan dihadapinya, terutama menghadapi globalisasi dan keterbukaan.
4.    Ideologi Pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dalam wadahdan ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

D.  Ciri ciri dan Pancasila sebagai ideologi terbuka:         
1.    Merupakan kekayaan rohani, budaya dan masyarakat.
2.    Nilainya tidak diciptakan dan dipaksakan oleh negara tetapi digali dari moral    dan budaya masyarakat itu.
3.    Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan     nya menurut zamannya.
4.    Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat   melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung            jawab sesuai dengan falsafah itu.
5.    Menghargai keanekaragaman atau pluralitas sehingga dapat diterima oleh berbagi latar belakang agama atau budaya.
6.    Bukan berdasarkan keyakinan ideologi sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut.
7.    Nilai-nilai itu bersifat dasar dan hanya secara garis besar sehingga tidak langsung operasional.
8.    Opersaional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis
9.    Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter, dan tidak dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang



E.                 Perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila bisa menyelesaikan bebragai persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyat, sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideologi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Implementasi ideologi pancasila bersifat fleksibel dan interaktif (bukan doktriner). Hal ini karena ditunjang oleh ekstitensi ideologi Pancasila yang memang semenjak digulirkan oleh para founding fathers (pendiri negara) telah melalui pemikiran-pemikiran yang mendalam sebagai kristalisasi yang digali dari nilai-nilai sosial budaya bangsa Indonesia sendiri. Ideologi Pancasila bersifat fleksibel karena mengandung nilai-nilai sebagai berikut :

TINGKATAN NILAI PADA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA.jpg

a.    Nilai dasar
Merupakan nilai-nilai dasar yang relatif tetap (tidak berubah) yang terdapat di dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial) akan dijabarkan lebih lanjut menjadi nilai instrumental dan nilai praksis yang lebih bersifat fleksibel, dalam bentuk norma-norma yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b.    Nilai instrumental
Merupakan nilai-nilai lebih lanjut dari nilai-nilai dasar yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, dan Peraturan Perundang-Undangan lainnya.

c.    Nilai praksis
Merupakan nilai-nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Nilai praksis yang abstrak misalnya menghormati, kerja sama, kerukunan, dan sebagainya dan diwujudkan dalam bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai tersebut tampak nyata dan dapat kita rasakan bersama.

F.   Batas keterbukaan ideologi Pancasila
Suatu ideologi, apapun namanya memiliki nilai-nilai dasar atau instrinsik dan nilai instrumental. Nilai instrinsik adalah nilai yang dirinya sendiri merupakan tujuan (an end in it self). Seperangkat nilai instrinsik (nilai dasar) yang terkandung di dalam setiap ideologi berdaya aktif. Artinya ia memberi inspirasi sekaligus energi kepada para penganutnya untuk mencipta dan berbuat. Dengan demikian, tiap nilai instrinsik niscaya bersifat khas dan tidak ada duanya.
Dalam ideologi Pancasila, nilai dasar atau nilai instrinsik yang dimaksud adalah nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai ini oleh bangsa Indonesia dinyatakan sebagai hasil kesepakatan untuk menjadi dasar negara, pandangan hidup, jati diri bangsa, dan ideologi negara yang tidak dapat diubah oleh siapapun termasuk MPR hasil pemilu.
Sedangkan nilai instrumental atau diistilahkan “dambaan instrumental” adalah nilai yang didambakan berkat efek aktual atau sesuatu yang dapat diperkirakan akan terwujud. Nilai instrumental menurut Richard B. Brandt adalah nilai yang niscaya dibutuhkan untuk mewujudkan nilai instrinsik berkat efek aktual yang dapat diperhitungkan hasilnya. Nilai instrumental adalah penentu bentuk amalan dari nilai instrinsik untuk masa tertentu.
Sifat keterbukaan ideologi mengandung arti bahwa di satu sisi nilai instrumental itu bersifat dinamis, yaitu dapat disesuaikan dengan tuntutan kemajuan zaman, bahkan dapat diganti dengan nilai instrumental lain demi terpeliharanya relevansi ideologi dengan tingkat kemajuan masyarakat. Namun di sisi lain, penyesuaian diri maupun penggantian tersebut tidak boleh berakibat meniadakan nilai dasar atau instruksinya. Dengan kata lain, keterbukaan ideologi itu ada batasnya.

·      Batas jenis pertama
Bahwa yang boleh disesuaikan dan diganti hanya nilai instrumental sedangkan nilai dasar atau nilai intrinsiknya mutlak dilarang. Nilai instrumental dalam ideologi Pancasila adalah nilai-nilai lebih lanjut dari nilai-nilai dasar atau intrinsik yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, dan Peraturan Perundang Undangan lainnya. Supaya nilai-nilai instrumental yang lebih kreatif dan dinamis itu dapat dengan mudah dapat diimplementasikan oleh masyarakat, maka nilai-nilai instrumental itu dituangkan dalam bentuk nilai praksis.
Nilai praksis merupakan nilai-nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari (living reality) baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Nilai praksis yang bersifat abstrak seperti menghormati, kerja sama, kerukunan, gotong royong, toleransi, dan sebagainya diwujudkan dalam bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari
·      Batas jenis kedua, yaitu terdiri dari dua buah norma :
1.    Penyesuaian nilai instrumental pada tuntutan kemajuan zaman harus dijaga agar daya kerja nilai instrumental yang disesuaikan itu tetap memadai untuk mewujudkan nilai instrinsik yang bersangkutan. Sebab, jika nilai instrumental penyesuaian tersebut berdaya kerja lain, maka nilai intrinsik yang bersangkutan tak akan pernah terwujud
2.    Nilai instrumental pengganti tidak boleh bertentangan dengan linea recta nilai instrumental yang diganti. Sebab bila bertentangan, itu berarti bertentangan pula dengan nilai intrinsiknya yang berdaya meniadakan nilai intrinsik yang bersangkutan.

G. Dampak Penerimaan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Sebagai Ideologi terbuka, Pancasila tidak akan melemah bahkan sebaliknya. Pancasila akan bertambah kuat karena memperoleh kesegaran-kesegaran baru sesuai dinamika kehidupan. Lain dengan ideologi tertutup , dalam arti ideologi yang tidak lagi bereaksi dengan dinamika lingkungan sekitarnya, dalam waktu yang singkat akan kehilangan relevansinya. Teknologi tertutup akan mengalami pembusukan dari dalam.
Di awal dicanangkan gagasan tentang ideologi terbuka ada kekhawatiran dalam masyarakat, apakah semua ideologi dapat diterima dalam memahami dan menjabarkan nilai-nilai Pancasila. Secara teori, sesungguhnya tidak mungkin semua ideologi dan tafsiran dapat diterima dalam memahami dan menjabarkan Pancasila.
Ciri khas ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri. Bukan keyakinan ideologi sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dan masyarakat dalam menemukan diri dan kepribadiannya di dalam ideologi tersebut.
Ideologi terbuka isinya tidak operasional dan akan menjadi operasional jika sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya. Oleh karena itu, ideologi terbuka yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia senantiasa terbuka untuk proses reformasi dalam bidang kenegaraan, karena ideologi terbuka berasal dari masyarakat yang sifatnya dinamis. Konsekuensi penerimaan Pancasila sebagai ideologi terbuka tentunya akan membuat Pancasila selalu mengikuti perkembangan zaman, dan berarti dinamis serta tidak akan ketinggalan zaman. Namun dalam mempertahankan serta memasyarakatkannya diperlukan kerja keras seluruh warga negara Indonesia dan aparatur negara yang kompak dan bersatu padu.

H.  Sikap Positif Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Sebagai warga negara yang baik kita harus mampu mengembangkan sikap positif terhadap Pancasila yang dapat diwujudkan dengan :
a.    Menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam membina kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b.    Menjadikan Pancasila sebagai tolok ukur nilai dan norma yang berkembang di Indonesia pada masa dahulu, kini, dan sekarang.
c.    Berusaha melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen dalam segalaaspek kehidupan.
d.   Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia
e.    Mengamankan Pancasila dari pengaruh dan ancaman ideologi lain yang muncul dari dalam atau luar negeri.
f.     Menghargai hasil karya orang lain
g.    Merasa bangga sebagai bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila
h.    Sadar dan ikhlas membayar pajak untuk kepentingan bersama
i.      Selalu melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan perintah agama yang duyakininya
j.      Mencintai tanah air dan bangsa Indonesia seutuhnya
k.    Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, maupun tingkat pendidikan
l.      Menyadari bahwa kita diciptakan sama oleh Tuhan, Membela kebenaran dan keadilan juga menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa melakukan diskriminatif
m.  Ikut serta dalam ketertiban dunia, menjunjung tinggi persatuan bangsa, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
n.    Selalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah dan tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
o.    Menghormati hasil musyawarah dan ikut serta dalam pemilihan umum
p.    Berusaha menolong orang lain, tidak mengintimidasi orang dengan hak milik kita, menjunjung nilai kekeluargaan dan kewajiban orang lain.

            Selain melakukan hal-hal diatas upaya positif yang harus dilakukan bangsa Indonesia terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah memasyarakatkan Pancasila agar dimengerti, dikembangkan secara ilmiah dan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.
Adapun cara-cara pemasyarakatan Pancasila dapat ditempu dengan 3 jalur yaitu :
1.        Jalur Pendidikan
       Pancasila dimasyarakatkan melalui beberapa tingkatan sekolah baik sekolah     formal maupun nonformal. Jalur pendidikan dibagi menjadi 3 macam :
a)    Pendidikan Informal
     Yaitu pendidikan yang berbasis pada keluarga sebagai pembentuk manusia             Pancasila seutuhnya. Misalnya : anak-anak sejak dini diberi pengertian           tentang kebaikan dan keburukan oleh ayah dan ibunya.
b)   Pendidikan formal
            Yaitu pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah berdasarkan Undang-      Undang dan kurikulum yang tertentu. Misal mulai dari TK, SD/MI,   SMP/MTs, SMA/MA/ SMK sampai perguruan tinggi. Misalnya dengan             memasukkan materi Pancasila pada lembaga kursus, pelatihan, kelompok    belajar, majlis ta’lim atau yang sejenisnya
2.    Jalur Media Massa
Media massa seperti pers, radio, televisi, internet, ketoprak, ludruk, wayang dolanan atau mainan anak-anak dapat dipakai sebagai sarana pemasyarakatan Pancasila.
Misalnya : Cerita ketoprak yang mengisahkan kejahatan penguasa yang akan berakhir dengan tragis bagi pelakunya
3.    Jalur Organisasi Sosial, Politik
Organisasi sosial (PKK, Karang Taruna) dan Organisasi Politik (Golkar, PDIP, PKB, PAN) dapat pula dipakai untuk media pemasyarakatan Pencasila dengan cara penataran terhadap kader-kader partainya. Misalnya : Menyeleggarakan kegiatan pembinaan kader, anggota partai politik melalui seminar, diskusi, penataran, workshop.

I.     Info Kewarganegaraan terkait Pancasila sebagai ideologi terbuka
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Edi Sudrajat, di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Pancasila dijadikan sebagai ideologi terbuka. Pancasila harus terus menerus dimaknai, di wacanakan, dan dijadikan bahan perdebatan publik dalam rangka mencari solusi atas masalah bangsa yang tidak kunjung dapat diatasi setelah delapan tahun reformasi. “Tidak ada yang keliru dengan Pancasila. Yang keliru adalah pemahaman tunggal atasnya untuk mempertahankan kekuasaan seperti terjadi pada masa lalu.” Ujar Edi , Jenderal pernawirawan berbintang empat, dalam sambutan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 PKPI di Jakarta.
“Saya prihatin, saat ini semua orang merasa malu berbicara tentang Pancasila. Berbicara tentang Pancasila dianggap kuno, tidak reformis, dan tidak memiliki cita-cita Indonesia baru. Saya kembali bertanya, Indonesia baru seperti apa yang dicita-citakan?’’ ujarnya. Ia menghargai adanya kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang ingin merobohkan Pancasila dan menggantikannya dengan ideologi lain. Upaya sistematiskelompok kepentingan itu, menurut dia tergambar jelas dalam amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Secara metodologis amandemen itu tidak sahih dan muatan-muatan dalam perubahan pasal-pasalnya cenderung berfalsafah lain dari jati diri bangsa Indonesia. “Perubahan pada batang tubuh dapat saja terus menerus merusak ke Perubahan Pembukaan UUD 1945 di mana Pancasila terbenam di dalamnya” ujarnya.
Edi menyebut, kelompok kepentingan itu adalah liberalisme yang berkolaborasi dengan kepentingan negara-negara maju. “Semangat kebebasan penting. Tapi manakala tanpa kendali moral dan etika serta hukum tidak ditegakkan, kebebasan akan menjadi benturan kepentingan dan pertarungan kelompok yang akan merusak tatanan berbangsa” katanya.

Indonesia Yang Dituju
Dalam sambutannya, Presiden menyatakan kebebasan diperlukan dalam kehidupan demokratis, tetapi harus bergandengan dengan tatanan hukum. “Kita ingin demokrasi dan kebebasan makin mekar, tetapi tatanan dan ketertiban kehidupan politik terjamin. Keduanya adalah kebutuhan kembar kita agar pembangunan yang dirintis sejak Soekarno dapat terus dilanjutkan. Letakkan kebebasan dalam konteks yang utuh agar kehidupan harmonis” ujarnya.
Presiden sepakat dengan Edi Sudrajat untuk menjadikan Pancasila yang merupakan jati diri bangsa sebagai ideologi terbuka. “Bapak Edi Sudrajat dengan cerdas dan arif menanyakan kepada kita semua, Indonesia yang kita tuju adalah sesuai dengan cita-cita kemerdekaan kita yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945” katanya. Indonesia di masa depan lanjut Presiden adalah Indonesia yang maju dan modern dan tidak tercabut dari jati dirinya.
KESIMPULAN DAN SARAN

v  KESIMPULAN

Telah kita ketahui bahwa Pancasila adalah ideologi negara. Yaitu Pancasila adalah rumusan dan gagasan para pendiri bangsa yang menjadi acuan dan batasan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari agar sesuai dengan norma dan apa yang telah tercantum dalam Pancasila. Hal ini jelas dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar setiap warga negara yang baik bisa mena’ati peraturan dan Undang-Undang yang sudah ada sejak pertama kali bangsa Indonesia lahir. Semua itu bertujuan agar terjadi kehidupan dan tatanan masyarakat bisa menjadi baik, rakyat hidup rukun, sejahtera, dan makmur. Semua warga wajib menyadari bahwa lima Sila dalam Pancasila bukan hanya menjadi pajangan di setiap gedung-gedung pemerintahan maupun gedung pendidikan, namun isi dan makna Pancasila itu sendiri wajib diamalkan demi kelangsungan hidup yang sejahtera di bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya.
Apalagi semenjak tahun 1985 gagasan Pancasila sebagai ideologi terbuka mulai berkembang. Hal inilah yang sudah sepantasnya kita manfa’atkan dengan baik karena pada dasarnya Pancasila sebagai ideologi terbuka artinya : Cita-cita rakyat tidak dapat dipaksakan dan rakyat mempunyai hak untuk mengapresiasikan gagasan melalui berbagai media. Semisal : Melalui Dewan Perwakilan rakyat, melalui kegiatan Demonstrasi, maupun dengan ikut dalam anggota partai agar kita senantiasa tahu sudah seberapa jauh Negara ini mampu menjadi negara yang maju dan mampu bersaing dengan bangsa yang lain. Selain itu Pancasila sebagai ideologi terbuka berasal dari hati dan kerohanian seseorang. Meskipun dengan adanya Pancasila sebagai ideologi tebuka kita mampu menyamapaikan apresiasi kita terhadap tatanan negara, bukan berarti gagasan Pancasila dapat diubah. Hal ini membuktikan bahwa Pancasila mempunyai makna yang kokoh dan tetap menghargai hak setiap warga negara. Dalam hal ini rakyat juga dituntut untuk mempunyai tanggung jawab yang besar dan tugas negara bisa diemban secara bersama-sama, misalnya dalam proses pembangunan nasional yaitu pelebaran sungai di daerah Jakarta yang kita tahu berteman dekat dengan banjir. Pemerintah sebagai instansi penting negara akan
Mengeluarkan anggaran dan tenaga yang besar demi pelebaran sungai agar resiko banjir jika hujan datang dapat terminimalisir. Dalam hal ini rakyat harus sadar dan patuh dengan apa yang telah menjadi keputusan Pemerintah, yaitu misal dengan meninggalkan daerah di kawasan sepanjang tepi sungai yang harus digusur demi membantu kelancaran pembangunan. Rakyat harus berpikir cerdas dan mau meninggalkan tempat disekitar sungai yang tak layak huni dan dipindah ke rusun-rusun yang bisa di jumpai di kota kota besar yang ada di Indonesia.

v  SARAN
            Seiring  dengan perkembangan zaman yang semakin maju dalam banyak bidang, sudah seharusnya bangsa Indonesia juga turut serta dalam kemajuan zaman. Dalam hal ini tentunya perkembangan dan kemajuan zaman itu harus benar-benar disaring agar sesuai dengan ideologi bangsa agar dapat bermanfa’at bagi kehidupan bermasyarakat. Berikut beberapa saran untuk warga negara Indonesia terkait dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah :
1.      Rakyat harus mena’ati semua peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah dan ditetapkan dalam Undang-Undang demi ketertiban kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
2.      Karena pada dasarnya Indonesia adalah satu kesatuan, maka segala tugas dan tatanan kehidupan bernegara pun harus dijalankan oleh Pemerintah dan Rakyat. Keduanya harus saling melengkapi dan saling bahu membahu demi terwujudnya Indonesia yang benar-benar merdeka.
3.      Rakyat harus berperan aktif dan ikut serta dalam pengawasan pengelolaan kerja Pemerintah. Hal ini sangat penting terlebih sudah dicantumkan bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu menghargai setiap hak warga negara dalam berpendapat dan mengapresiasikan sesuatu.
4.      Dewasa ini, telah menjadi rahasia umum bahwa pelaksanaan demonstrasi di Indonesia amatlah kacau. Dalam hal ini rakyat harus sadar dan wajib tau bagaimana berdemonstrasi yang baik, Demonstrasi yang baik bukan berdasarkan keinginan perorangan/kelompok yang ambisius dan harus terpenuhi. Namun berdemonstrasi yang baik harus dengan menyampaikan segala pendapat dengan baik, dan apabila hal itu tidak dapat dipenuhi oleh lembaga Pemerintah, ada baiknya kita berlapang dada karena kita tau berapa juta penduduk Indonesia. Bisa dibayangkan bukan jika semua rakyat menyampaikan pendapatnya dan menuntut untuk dipenuhi?
5.      Negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan Sumber Daya Alam. Hal ini harus diseimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik pula, dengan keselarasan tersebut sudah pasti Indonesia mampu menjadi  negara yang maju dan rakyat mampu menghasilkan produk kualitas ekspor dan bisa menambah devisa negara. Hal ini dapat diwujudkan dengan menjadi seorang pelajar yang rajin agar bisa menjadi pandai, mengikuti organisasi di sekolah, sering mengikuti penataran, dan aktif dalam lembaga atau organisasi masyarakat.












DAFTAR PUSTAKA :
1.        Buku : “Pendidikan Kewarganegaraan XII SMA/MA
       Penulis : Budianto
       Penerbit : PT. Erlangga Jl. H. Baping Raya No. 100
       Ciracas, Jakarta 13740
2.        Buku : “Pendidikan Kewarganegaraan XII SMA/MA
       Penulis : Suprapto dkk.
       Penerbit : PT. Bumi Aksara Jl. Sawo Raya No.18 Jakarta
3.        Arti ideologi : Faktor pendorong keterbukaan Ideologi Pancasila
       Posted by : Sri Marfiati at 6:45 Saturday, 25 April 2009
4.        BLOGEMEN : Contoh sikap positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi
       Posted by : Yogi Pratama 5 September 2013 at 17:21
5.        GIFOJAR : PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
       Posted by : Munirah Amran 25 Maret 2013 at 18:16
6.        Kumpulan makalah : PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
       Posted by : Syamsul Hadi 11 Februari 2012 at 16:14
7.        Makalah : Pancasila sebagai Ideologi terbuka | The Mousleemah
8.        Pancasila Sebagai ideologi Bangsa dan Negara | Briyan Efflin Sya
9.        Buku : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XII SMA/MA
       Penanggung jawab : Pengurus MGMP PKn SMA/MA
       Tim Penyusun : Drs. Tri Atmojo dkk
10.    It’s simply : Makalah Pancasila
       Posted by : Frycc 11 November 2012 at 09:03





Lampiran 1
JADWAL KEGIATAN
NO
HARI/TANGGAL
KEGIATAN
KETERANGAN
1
20-8-2014
Rabu
  • Pembentukan Kelompok
  • Info : Tema, lagu wajib, yel-yel, diskusi kelompok

  • Tempat : Kelas
  • Siswa Hadir : 8 siswa
2
23-8-2014
Sabtu
  • Pembuatan konsep dan latihan pertama yel-yel
  • Tempat : Sekolah
  • Waktu : 14.00-selesai
  • Siswa Hadir :
8 siswa

25-8-2014
Senin
  • Latihan yel-yel , persiapan property dan aksesoris
  • Pengumpulan soft file makalah
  • Tempat :
Sekolah
  • Waktu :
14.00- selesai
  • Siswa Hadir :
6 siswa
4
28-8-2014
Kamis
  • Pengeditan makalah

·         Tempat :
Sekolah
·           Waktu :
14.00 – selesai
Siswa Hadir :
8 siswa
5
30-8-2014
Sabtu
  • Latihan yel-yel dan cek kostum
·         Tempat :
Sekolah
·           Waktu :
14.00-selesai
·          Siswa Hadir :
8 Siswa
6.       
1-    9- 2014
Senin
  • Konsultasi hasil makalah
·         Tempat :
Sekolah
·         Waktu :
14.00-selesai
·         Siswa Hadir :
8 siswa.
7.       
2-9-2014
Selasa
  • Pengumpulan makalah dan latihan terakhir yel- yel
·         Tempat :
Sekolah
·        Waktu :
·         Siswa Hadir :











Lampiran 2
SUSUNAN ANGGOTA

KETUA                      : RIZKIANTO PRAMUDIANTORO
WAKIL KETUA        : NURUL AZIZAH
SEKRETARIS           : DESTIANA TRI RAHMAWATI
BENDAHARA          : YAUMUL MARKHAMAH
KOORDINATOR MAKALAH                    : DEWI WAHYUNINGSIH
KOORDINATOR YEL-YEL                                    : SURYAWATI
KOORDINATOR PERLENGKAPAN        : GHIFARI JIHAD IBADU
                                                                          RISKA ARISTYANINGSIH









Lampiran 3
Yel – yel
Hey.... semuanya lihat kemari...
Kita bawakan yel-yel kreasi...
Janganlah ragu saksikan kami...
Kenanglah selalu di hati...
Intro…
Perkenalkan kami dari kelompok tiga
Maju bergembira membawa sebuah tema
Pancasila sebagai gagasan yang terbuka
Mari kita  semua membahasnya sama-sama
Reff                                                                                       PEMBUKA
Pancasila... ide terbuka
Hak semua rakyat bangsa Indonesia
Mari kawan kita amalkannya
Untuk masa depan Indonesia jaya.....
Intro…
Du.,. du du du du du du du du…
Biam bamboo….

Dari sabang sampai merauke berjajar pulau- pulau
Sambung menyambung menjadi Saturday
Folded Corner: Lagu WajibIntulah Indonesia                                                                
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia
Folded Corner: Musikalisasi Puisi
Kau adalah jati diri bangsaku
Makna dalam dirimu begitu mulia
Segalanya ku korbankan 
demi mempertahankanmu
semangatku berkobar
ketika mendengar namamu
Begitu panajng dan berliku jalan yang kau lalui
Tak heran rasanya
Jika dirimu selalu ada dalam sanubari setiap insane
Kau adalah kebanggaan bangsaku
Namun kini ku bersedih
Bangsaku kembali terpuruk
Bangsaku tak dapat lagi memahami makna akan dirimu…
Bangsaku telah kehilangan jati dirinya
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?
Dan kini bangsaku kembali terjajah
Dari segi budaya, sosial,ekonomi maupun politik
Semuanya telah dikuasai bangsa lain, bisakah negaraku kembali mendapatkan kemerdekaannya?
Mari kita hargai sejarah bangsa kita dan bersatu mengembalikan jati diri bangsa kita…
 

Tanah Airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanahku yang ku cintai
Engkau ku hargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mashur permai dikata orang
Tetapi kampong dan rumahku
Disanalahku rasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau ku banggakan…

Kami anak Indonesia
Tegakkan Pancasila
Nusa bangsa dan bahasa
Aset Negara
Wujudkan gagasan nyata
Terapkan pancasila
Tuk nusa bangsa
Junjung nilai yang ada
Tuk INDONESIA…

Ideologi penting bagi sebuah Negara
Tuk ciptakan hidup tentram berkeTuhanan
Ideologi tetap harus di tegakkan
Tuk wujudkan kehormatan antar sesama
Persatuan Indonesia adalah yang pertama
Wujud perdamaian bangsa
Tuk wujudkan Negara berdemokrasi
Tokoh bangsa sebagai mobilisasi
Cita-cita untuk gapai keadilan
Patut untuk semua bangsa memperjuangkan
Kami ini dari kelompok tiga
Memohon maaf lahir dan batin
Kami ucapkan Ea…..                                      PENUTUP
Terimakasih Ea….
Semoga membawa manfaat.

Rabu, 18 Februari 2015


LATAR BELAKANG REFORMASI

oleh : Yaumul Markh (SMA 1 WIRADESA)
            Reformasi merupakan suatugersakan yang menghendaki adanya perubahan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara kea rah yang lebih baik secara konstitusional. Artinya, adanya perubahan kehidupan dalam bidang politik, ekonomi, hokum, sosial dan budaya yang lebih baik, demokratis berdasarkan prinsip kebebasan, persamaan dan persaudaraan.
            Gerakan reformasi lahir sebagai jawaban atas krisis yang melanda berbagai segi kehidupan. Krisis politik, ekonomi, hokum dan sosial merupakan faktor-faktor yang mendorong lahirnya gerakan reformasi. Bahkan krisis kepercayaan telah menjadi salah satu indicator yang menentukan. Reformasi dipandang sebagai gerakan yang tidak boleh ditawar-tawar lagi dan oleh karena itu, hampir semua rakyat Indonesia mendukung sepenuhnya gerakan reformasi tersebut.
            Tujuan lahirnya gerakan reformasi adalah untuk memperbaiki tatanan peri kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kesulitan masyarakat dalam memenuhi kehidupan pokok merupakan actor atau penyebab utama lahirnya gerakan reformasi.
Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya reformasi 1998 yang merupakan usaha menggulingkan pemerintahan Soeharto pada masa orde baru di Indonesia. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
    




A.    KRISIS POLITIK
Krisis politik yang terjadi pada tahun 1998 merupakan puncak dari berbagai kebijakan politik pemerintah Orde Baru. Ciri-ciri kehidupan politik yang represif, artinya adanya tekanan yang kuat dari pemerintah terhadap pihak oposisi atau orang-orang yang berpikir kritis, yaitu :
1.      Setiap orang atau kelompok yang memgkritik kebijakan pemerintah dituduh sebagai tindakan subvertif ( tindakan yang menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia )
2.      Pelaksanaan Lima Paket UU Politik yang melahirkan demokrasi semu atau demokrasi rekayasa
3.      Terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang merajalela dan masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk mengontrolnya
4.      Pelaksanaan Dwi Fungsi ABRI yang memasung kebebasan setiap warganegara sipil untuk ikut berpartisipasi dalam pemerintahan
5.      Terciptanya masa kekuasaan presiden yang tak terbatas. Meskipun Suharto dipilih menjadi presiden melalui siding umum MPR, tetapi pemilihan itu merupakan hasil rekayasa dan tidak demokratis.
Dalam UUD 1945 Pasal 2 disebutkan bahwa : “Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR. Secara de jure kedaulatan tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil rakyat, tetapi secara de facto anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan ( Nepotisme ).
Keadaan ini mengakibatkan ketidakpercayaan kepada institusi pemerintahan, DPR dan MPR yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi yang menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadap Lima Paket UU Politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, diantaranya :
v  UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum
v  UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedaulatan, Tugas dan Wewenang DPR atau MPR
v  UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golkar
v  UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum
v  UU No.8 Tahun 1985 tentang Organisasi Masa

Praktik KKN merebak di tubuh pemerintahan dan tidak mampu dicegah karena banyak pejabat orba yang berada di dalamnya. Dan anggota MPR/DPR tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan benar karena keanggotaannya ditentukan dan mendapat restu dari penguasa.
Sikap yang otoriter, tertutup, tidak demokratis, serta merebaknya KKN menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Gejala ini terlihat pada pemilu 1992 ketika suara Golkar berkurang cukup banyak. Sejak 1996, ketidakpuasan masyarakat terhadap orba mulai terbuka. Muncul tokoh vokal Amien Rais serta munculnya gerakan mahasiswa semakin memperbesar keberanian masyarakat untuk melakukan kritik terhadap pemerintahan Orba.
 Puncak perjuangan para mahasiswa terjadi ketika berhasil menduduki gedung MPR/DPR pada bulan Mei 1998. Karena tekanan yang luar biasa dari para mahasiswa, tanggal 21 Mei 1998 Presiden menyatakan berhenti dan diganti oleh wakilnya BJ Habibie.















B.     KRISIS HUKUM
Rekayasa-rekayasa yang dibangun pemerintahan tidak hanya terbatas pada bidang politik saja, tetapi dalam bidang hokum pun pemerintah melakukan intervensi. Artinya, kekuasaan peradilan harus dilaksanakan untuk melayani kepentingan para penguasa dan bikan untuk melayani masyarakat dengan penuh keadilan. Bahkan, hokum sering dijadikan alat pembenaran para penguasa.
Namun, kenyataannya itu dangat bertentangan dengan ketentuan pasal 24 UUD 1945 yang menyatakan bahwa : “Kehakiman memiliki kekuasaan yang merdeka dan terlepas dari kekuasaan pemerintah ( Eksekutif ). Akan tetapi pada kehidupan yang nyata bahwa kekuasaan kehakiman dibawah kekuasaan eksekutif. Olehkarena itu, pengadilan sangat sulit mewujudkan keadilan bagi rakyat, karena hakim-hakim harus melayani kehendak penguasa. Tidak berfungsinya lembaga kehakiman secara maksimal dan murni karena kekuasaannya berada di bawah, sehingga meluasnya praktek-praktek KKN di parlemen. Serta belum tercapainya keadilan dalam perlakuan hokum yang sama diantara warga Negara.
Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa, masalah hokum juga menjadisalah satu tuntutannya. Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hokum agar dapat mendudukan masalah-masalah hokum pada posisi sebenarnya agar siap menyongsong di era keterbukaan ekonomi dan globalisasi.










C.    KRISIS EKONOMI
Krisis ekonomi atau krisis moneter yang melanda Negara-negar di Asia Tenggara sejak Juli 1996 memengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ternyata, ekonomi di Indonesia tidak mampu menghadapi krisis global yang melanda dunia. Krisis ekonomi Indonesia diawali dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Agustus 1997, nilai tukar Rupiah turun dari Rp 2.575,00 menjadi Rp 2.603,00 per Dollar AS. Pada bulan Desember1997, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS turun menjadi Rp 5.000,00 per Dollar. Bahkan pada bulan Maret 1998, nilai tukar Rupiah terus melemah dan mencapai titik terendah yaitu Rp 16.000,00 – Rp 17.000,00 per Dollar AS, sehingga IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai kondisi, seperti hutang terhadap luar negeri yang sangat besar menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi ini. Meskipun hutang itu bukan sepenuhnya hutang Negara, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap upaya-upaya untuk mengatasi krisis ekonomi.
Munculnya reformasi di bidang ekonomi disebabkan oleh adanya system monopoli di bidang perdagangan, jasadan usaha. Krisis ekonomi tersebut membawa dampak yang luas bagi kehidupan manusia dan dalam bidang usaha.banyak perusahaan yang ditutup sehingga terjadi kasus PHK dimana-mana dan menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat tajam serta muncul kemiskinan. Selain itu, daya beli menjadi rendah dan sulit mencari bahan-bahan kebutuhan pokok. Sejalan dengan itu, pemerintah melikuidasi bank-bank yang bermasalah serta mengeluarkan KLBI (Kredit Likuiditas Bank Indonesia) untuk menyehatkan bank-bank yang ada di bawah pembinaan BPPN.
Dalam praktiknya, terjadi manipulasi besar-besaran dalam KLBI sehingga pemerintah harus menanggung beban keuangan yang semakin besar. Selain itu, kepercayaan dunia internasional semakin berkurang sejalan dengan banyaknya perusahaan swasta yang tak mampu membayar utang luar negeri yang telah jatuh tempo. Untuk mengatasinya, pemerintah membentuk tim ekonomi untuk membicarakan utang-utang swasta yang telah jatuh tempo. Sementara itu, beban kehidupan masyarakat makin berat ketika pemerintah tanggal 12 Mei 1998 mengumumkan kenaikan BBM dan ongkos angkutan. Dengan itu, barang kebutuhan ikut naik dan masyarakat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup.
Untuk memperbaiki perekonomian yang terpuruk, terutamadalam sector perbankan, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional ( BPPN). Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

     
D.    KRISIS SOSIAL
Krisis politik, hokum dan ekonomi merupakan penyebab terjadinya krisis sosial. Pelaksanaan politik yang represif dan tidak demokratis menyebabkan terjadinya konflik politik maupun konflik antar etnis dan agama. Semua itu berakhir pada meletusnya berbagai kerusuhan di beberapa daerah. Ketimpanagn perekonomian Indonesia memberikan sumbangan terbesar terhadap krisis sosial. Sehingga mengakibatkan pengangguran, persediaan smbako yang terbatas, tingginya harga-harga sembako, rendahnya daya beli masyarakat. Itu semua merupakan faktor – faktor yang rentan terhadap krisis sosial.
Akibat dari adanya krisis sosial ini berdampak pada munculnya perilaku yang negatif ( perilaku yang buruk ) dalam masyarakat, seperti :
v  meningkatnya kejahatan, perkelahian pelajar,  pembunuhan, pelacuran dsb
v  ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pemerintah
v  korupsi merajalela
v  angka kemiskinan semakin bertambah
v  terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh berbagai organ masyarakat
Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran membengkak. Beban masyarakat semakin berat serta tidak ada kepastian tentang kapan berakhirnya krisis tersebut sehingga menyebabkan masyarakat frustasi. Kondisi tersebut membahayakan karena mudah diadu domba, mudah marah, dan mudah dihasut untuk melakukan tindakan anarkis.






E.     KRISIS KEPERCAYAAN
Krisis multi dimensional yang melanda bangsa Indonesia telah mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Suharto. Hal ini dikarenakan merebaknya kronisme dan merajalelanya tindakan korupsi.
Ketidakmampuan pemerintah dalam membangun kehidupan politik yang demokratis, menegakkan pelaksanaan hokum dan system peradilan danpelaksanaan pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat banyak, telah melahirkan krisis kepercayaan.  

TIPS SUKSES
DISIPLIN DASAR MERAIH PRESTASI

Apa yang dimaksud disiplin? Apakah disiplin diperlukan dalam belajar? Disiplin belajar adalah kesadaran diri untuk mengendalikan atau mengontrol diri untuk sungguh-sungguh belajar. Tujuannya adalah agar mampu mencapai prestasi belajar. Kedisiplinan merupakan dasar untuk meraih prestasi.
Sering kali siswa merasa kekurangan waktu untuk belajarnya. Namun, mereka sebenarnya hanya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Penggunaan atau pemanfaatan waktu dengan baik menumbuhkan disiplin waktu. Anak yang tekun dalam belajar akan mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Ia juga tidak merelakan waktunya hilang dan berlalu dengan sia-sia. Disiplin waktu membuat berpikir lebih hati-hati dan lebih terpusat.
Siawa yang pada dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara belajar yang tepat baginya. Kebiasaan berlatih mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin, membuat siswa tidak akan terlalu kesulitan dalam belajarnya. Selain itu, siswa dapat dengan mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Cara yang demikian itu akan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Kebiasaan belajar yang baik dan disiplin diri, harus sedini mungkin ditanamkan dalam diri siswa. Kedua hal ini sangat mendukung kesuksesan belajar. Belajar untuk mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan yang diharapkan mutlak memerlukan kedisiplinan.
Jadi, kedisiplinan sangat menekankan pada ketaatan melaksanakan aturan-aturan yang ada. Dengan disiplin seorang siswa akan dapat meraih apa yang diharapkan, utamanya adalah dalam belajar, yaitu akan memperoleh prestasi yang baik.

               MENINGKATKAN KREATIVITAS
( Bentuk Pengembangan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan )
                               
Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun nonaptitude, baik dalam karya nyata maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Ciri-Ciri Kreativitas
  • Muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungan
  • Diperlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungannya
  • Menghasilkan yang baru, orisinal, dan bermakna
  • Kreativitas timbul melalui proses
  • Berpikir dari segala arah
  • Berpikir ke segala arah
  • Memiliki kemampuan secara spontan untuk mengganti cara memandang, pendekatan, kerja yang tidak jalan
  • Kemampuan menentukan ide yang asli dan mengejutkan
  • Memilkki kehidupan dalam lingkungan yang dapat menjadi contoh
  • Memiliki kecakapan dalam banyak hal
  • Memiliki kemampuan untuk bekerja keras
  • Bepikir mandiri
  • Pantang menyerah
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Lebih tertarik pada konsep dari pada detail ( segi-segi kecil )
  • Keingintahuan intelektual
  • Tidak segera menolak ide atau gagasan baru
  • Arah hidup yang mantap

Kiat-Kiat Kreativitas
  • Ingat keberhasilan Anda di masa lalu dan mampu melakukannya lagi
  • Yakinlah bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah segalanya
  • Berlatih mental untuk menumbuhkan kreativitas
  • Kegagalan akan membawa keberhasilan
  • Berpikir untuk mendapatkan solusi / gagasan suatu masalah akan memunculkan solusi inovatif dan revolusioner
  • Menyeimbangkan kehidupan antara bekerja dan bermain
  • Mengumpulkan pengetahuan dari berbagai tempat
  • Memandang situasi dari semua sisi
  • Biarkan pikiran mengikuti aliran secara alamiah untuk menciptakan hal-hal baru
  • Berani mengubah pandangan terhadap berbagai hal

Rabu, 15 Januari 2014

MICROSOFT EXCEL 2007

PENGERTIAN MICROSOFT EXCEL
 
Pengertian Microsoft excel adalah Program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan dalam pengolahan angka (Aritmatika). Program ini sering digunakan oleh para akutan untuk menuliskan atau mencatat pengeluaran dan pemasukan didalam perusahaan atau suatu lembaga maupun instansi-instansi kecil. Microsoft Excel juga sering digunakan oleh ibu rumah tangga untuk menulis atau mencatat keuangan dalam rumah tangga sepertihalnya pengeluaran atau pemasukan dalam tiap bulan atau minggu.
Microsoft Excel adalah program kedua yang mandasar dalam suatu computer setelah Microsoft Word, keduanya saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak para akutan yang mengerti dan bisa mengoprasikan program ini tapi bukan hanya seorang akuntan saja yang bisa anak smp pun juga bisa mengoprasikan program ini, karena dibangku smp kita telah mempelajari tentang Microsoft Excel.
Microsoft Excel sangat berguna untuk masalah-masalah keuangan bahkan utang piutang pun juga bisa dicatat dalam program ini. Para ahli computer menciptakannya untuk mempermudah kita dalam keuangan dalam kehidupan kita.
Didalam program ini kita dapat membuat grafik menggunakan program Microsoft Excel. Dengan cara menggunakan bantuan tombol Toolbar Chart Wizard. Kita dapat memilih grafik dengan bentuk yang kita inginkan, seperti bentuk lingkaran, garis, kolom, area, radar, dan scatter. Kita dapat memilihnya dengan cara mengklik Tab Custom Types.
Didalam program ini kita juga dapat menggunakan Wordart semacam bentuk huruf atau model huruf yang merupakan variasi teks dan juga toolbar drawing yang digunakan untuk membuat garis, kotak, dan lingkaran. Kita dapat menggunakannya dengan cara mengklik insert, pilih picture setelah itu klik Wordart maka akan tampil variasi huruf yang menarik.
Microsoft Excel memiliki fasilitas yang sangat modern yaitu pengurutan data secara otomatis. Cara pengurutannya juga dapat dibedakan menjadi 2 yaitu 1. Ascending atau pengurutan mulai data yang terkecil sampai terbesar.

Menjalankan Microsoft
Excel 2007.

1. Cara 1 : Klik tombol Start > All Program > Microsoft Office > Microso
Office Excel 2007.
5854
2

Pengenalan 

Interface/Tampilan
Microsoft Excel 2007.
Pada Windows Microsoft Excel 2007 yang muncul, terdapat beberapa
tampilan sebagai berikut (tunjukkan dengan mouse anda masingmasin
komponen berikut) :
Office Button – Quick Access Toolbar – Menu Bar (Baris Menu) – Title Ba
(Baris Judul) – Tool Bar (Baris Tool Bar) – Tombol Ukuran (Sizing Button)
Name Box - Formula Bar Column Baris - Tab Worksheet - Inser
Worksheet – Status Bar - Document Area – Horizontal Scroll Bar – Vertica
Scroll Bar – Zoom – Tampilan Layar.
3
1. Office Button terdiri atas perintah New Document, Open, Convert, Save,
Save as, Print, Prepare, Send, Publish dan Close.
2. Quick Access Toolbar, terdiri dari tombol yang dapat mempercepat kerja
anda. Isinya hampir sama dengan perintah-perintah di Office Button. Jika
anda ingin melihatnya langsung bisa menekan tanda panah.
3. Menu Bar, terdiri dari perintah menu utama Microsoft Excel 2007 yaitu
Home, Insert, Page Layout, Formulas, Data, Review, View.
4. Title Bar, berisi nama file dan program aplikasi yang sedang aktif.
5. Tool Bar, tombol-tombol bergambar yang memiliki fungsi tertentu dan
digunakan untuk menjalankan suatu perintah dengan cepat dan mudah.
6. Tombol Ukuran, digunakan untuk mengatur ukuran jendela kerja.
7. Name Box, Nama sel yang sedang aktif akan ditampilkan pada Name Box.
8. Formula Bar, anda bisa mengedit data pada sebuah sel.
9. Sel Aktif, tempat menuliskan atau mengedit data dan dikelilingi oleh garis
batas yang lebih tebal.
10. Column, Setiap kolom memiliki nama berdasarkan Abjad, dari kolom A
hingga Z, dilanjut AA hingga XFD.
11. Baris, untuk setiap baris memiliki nama berdasarkan Angka. Dari 1 hingga
1048576.
12. Tab Worksheet, perintah dimana anda bisa berpindah ke kertas kerja lain
dengan mudah.
13. Insert Worksheet, dengan menekan Insert Worksheet anda bisa membuat
Worksheet baru yang letaknya berurutan dengan Worksheet sebelumnya.
14. Status Bar, Status lembar kerja anda.
15. Document Area, merupakan lembar kerja yang aktif.
16. Horizontal Scroll Bar, perintah untuk menggeser layar ke kiri atau ke
kanan.
17. Vertical Scroll Bar, perintah untuk menggeser layar ke atas atau ke bawah.
18. Tampilan Layar, terdiri dari perintah untuk merubah tampilan layar. Terdiri
dari Tampilan Normal, Tampilan Page Layout dan Tampilan Page Break
Preview.
19. Zoom, perintah untuk memperbesar & memperkecil tampilan pada lembar
kerja anda.

Mengenal Workbook
dan Worksheet
1. Membuat Worksheet baru Klik tombol Insert Worksheet pada tab Worksheet.
4
Anda akan mendapatkan Worksheet baru dibelakang Worksheet yang
telah ada.
2. Mengubah Nama Worksheet Klik kanan pada Worksheet yang mau diganti nama nya. Pada menu pop-up yang muncul klik Rename.
5
Masukkan nama Worksheet yang baru, lalu tekan Enter pada keyboar
anda. Hasil perubahan namanya bisa anda lihat di bawah ini.
66


Mengenal & Membuat
Range
Berikut ini adalah langkah-langkah membuat range.
1. Letakkan kursor pada sel awal range yang anda inginkan.
2. Klik dan tahan tombol kiri mouse.
3. Bawa kursor ke sel akhir range.
4. Lepaskan tombol kiri mouse.
7

Memasukkan Data ke
Dalam Sel
Sekarang anda akan belajar memasukkan data ke dalam sel. Langkah-
langkahnya sebagi berikut :
1. Jadikan sel tersebut sebagai sel aktif.
2. Ketik data pada sel tersebut.
3. Tekan tombol Enter. Atau tombol panah pada keyboard untuk
memindahkannya.
8
Fasilitas AutoFill
1. Berikut langkah-langkah untuk memasukkan data secara berurutan Masukkan dua data pertama pada sel. Buat range pada kedua kotak data pertama tersebut. Klik dan tahan kotak kecil yang terletak pada sudut kanan bawah range. Kotak yang menampilkan isi sel akan muncul. Lepaskan tombol mouse kiri. Maka, seluruh sel pada range tersebut akan terisi secara otomotis
dengan data yang berurutan.
2. Memasukkan variasi data yang berupa angka dan teks. Masukkan dua data pertama pada sel. Buat range pada kedua kotak data pertama tersebut. Klik dan tahan kotak kecil yang terletak pada sudut kanan bawah
range. Kotak yang menampilkan isi sel akan muncul. Lepaskan tombol mouse kiri. Maka, seluruh sel pada range tersebut akan terisi data angka dan teks
secara berurutan.
2. Memasukkan variasi data yang berupa angka dan teks. Masukkan dua data pertama pada sel. Buat range pada kedua kotak data pertama tersebut. Klik dan tahan kotak kecil yang terletak pada sudut kanan bawah
range. Kotak yang menampilkan isi sel akan muncul. Lepaskan tombol mouse kiri. Maka, seluruh sel pada range tersebut akan terisi data angka dan teks
secara berurutan.
Memindahkan Isi Sel
1. Tempatkan mouse di bagian tepi (garis tebal), tapi jangan pada bagian
ujung-ujungnya, sampai keluar tanda panah bersilangan. Pastikan bentuk
kursor berubah seperti contoh berikut.
9
2. Klik kiri mouse pada bagian tepi sel, tetap tekan tombol kiri mouse sambil
gerakkan ke sel C2. Lepaskan tombol kiri mouse di sel C2. Hasilnya seperti
ini:
10
  1. Maka Nama Siswa pindah ke kanan bawah (C2)
11
Memindahkan Isi
Worksheet
Berikut ini langkah-langkah untuk memindahkan isi Worksheet dari satu lokasi ke
Worksheet lokasi yang lain.
1. Buatlah range pada data Worksheet yang akan dipindahkan.
2. Klik menu Home, kemudian klik toolbar Cut yang terletak dalam toolbar
Clipboard.
12
3. Garis batas range akan berkedip-kedip jika rangenya sudah di Cut.
4. Buatlah sel aktif pada tempat yang dituju.
5. Klik menu Home, kemudian klik toolbar Paste yang terletak dalam toolba
Clipboard.
13
Menghapus Isi
Workbook
Berikut cara menghapus isi dalam Workbook.
1. Menghapus isi sel. Jadikan isi sel yang akan dihapus sebagai sel aktif > tekan
Delete pada keyboard anda.
2. Menghapus isi range. Buatlah range yang isinya akan dihapus > tekan Delete
pada keyboard anda.
3. Menghapus Worksheet. Klik kanan lembar sheet, maka akan muncul manu pop-
up > klik Delete pada menu pop-up tersebut.
4. Menghapus Workbook. Buka Windows Explorer > Blok File yang akan dihapus >
tekan Delete pada keyboard anda.
Menyisipkan kolom
Baru
  1. Tempatkan sel aktif di C1.
a
  1. Klik kanan mouse, maka akan muncul pilihan berikut.
b
  1. Maka akan bertambah kolom C.

c


About these ads